Banjir Bandang di Parapat Diduga Akibat Pembalakan Hutan Sitahoan

Banjir Bandang di Parapat Diduga Akibat Pembalakan Hutan Sitahoan

topmetro.news – Rusaknya hutan di Kawasan Danau Toba (Sitahoan), diduga kuat menjadi pemicu terjadinya banjir bandang di kawasan Kota Wisata Parapat, Simalungun pada Kamis (13/5/2021) lalu.

Hal ini berdasarkan hasil investigasi reporter pada Sabtu (15/5/2021) pukul 10.00WIB. Di mana, dalam investigasi tersebut dapat keterangan dari warga sekitar yang bermukim tak jauh dari kawasan Hutan Sitahoan tersebut.

Salah satu warga berinisial SJ mengungkapkan kepada reporter, bahwa tindakan perambahan (pembalakan) hutan sangat sering terjadi di kawasan Hutan Sitahoan.

“Pada jam kerja para pembalak tersebut, akan terdengar suara cinsaw (chainsaw) yang menandakan mereka sedang beraktifitas melakukan penebangan,” ungkap SJ.

Saat bincang-bincang dengan SJ di sekitaran Terminal Parapat Sosor Saba, hadir juga warga lainnya bernama S Sinaga. Saat itu, dalam komentarnya kepada reporter, S Sinaga sangat menyayangkan aksi pembalakan itu. Karena telah menimbulkan kerusakan hutan di lingkungan perbukitan Kawasan Danau Toba.

Sinaga berharap ada tindakan tegas dari APH (aparat penegak hukum) terhadap aksi pembalakan (perusakan kawasan hutan) di daerah tersebut.

Kayu tanpa Dokumen?

Tidak kurang puluhan kubik kayu alam dari hutan perbukitan Danau Toba (Sitahoan) dicuri dengan masif oleh para pembalak liar.

Seperti penuturan SJ, dalam sehari, sekitar tiga truk Colt Diesel yang bermuatan rata-rata 12 kubik keluar dari kawasan Hutan Sitahoan. Menurut dugaan SJ, kayu-kayu tersebut tidak memiliki dokumen lengkap.

“Bagaimanalah tidak terjadi banjir bandang. Hutan Sitahoan kini sudah gundul. Tiga truk tiap hari keluar kayu gelondongan dari sana. Kupastikan itu tanpa dokumen alias illegal,” kata SJ.

Kerusakan parah Hutan Sitahoan ini harus segera diperbaiki, di mana segala kegiatan yang mengakibatkan kerusakan hutan, harus segera dihentikan.

“Untuk itu butuh kerjasama dari semua pihak. Khususnya ketegasan dan keseriusan dari pemerintah dalam melakukan perbaikan guna mengembalikan fungsi hutan,” ucap SJ.

BACA JUGA | Beberapa Tahun Lalu Sudah ada Warning Soal Kemungkinan Banjir Bandang di Sibaganding Parapat

Seperti berita sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Kamis (13/5/2021) lalu, membawa material batu dan lumpur serta gelondongan kayu yang menghantam kawasan Kota Parapat.

Daerah terparah dalam peristiwa banjir bandang tersebut berada di kawasan Lingkungan Anggarajim, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

reporter | David Napitu

Related posts

Leave a Comment